Mentoring Adab sebagai Realisasi The Being School

Posted on

Mentoring Adab SDTQ Al Abidin sebagai Realisasi The Being School

Sekolah pada hari ini bukanlah sekedar tempat untuk transfer ilmu. Seiring berkembangnya jaman, dewasa ini banyak sumber-sumber ilmu yang lebih mudah dan lebih murah diakses oleh manusia. Misalnya jika kita ingin belajar tentang operasi hitung, tinggal klik saja di search engine, maka akan muncul puluhan situs atau channel Youtube yang membahas tentag operasi hitung. Mudah sekali bukan??

Selain banyaknya sumber ilmu yang lebih mudah untuk dicari, anak jaman sekarang sudah sangat terpapar oleh Narkolema (Narkoba lewat mata), Games, Social Media dan yang lain sebagainya. Sehingga terjadilah degradasi moral anak bangsa. Mereka yang mengeksplore sendiri tanpa pendampingan dan arahan orang yang lebih dewasa dalam hal ini orang tua atau guru. Akibatnya para anak muda yang diharapkan menjadi penerus bangsa tidak lagi memiliki pemikiran yang kritis. Mereka hanya mau bersenang-senang sesuka hati mereka tanpa mau berjuang.

Disamping itu, pemahaman terhadap agama juga sangat kurang karena sibuk dengan dunia. Sehingga adab dan akhlak yang baik sangat jauh dari mereka. Sampai pada titik ini, maka tidak akan ada harapan bagi sebuah bangsa selain menjadi ‘babu’ di negeri sendiri. Berangkat dari sinilah SD Tahfidzul Qur’an Al Abidin Surakarta mewajibkan siswanya untuk mengikuti Mentoring Adab yang dilaksanakan sepekan sekali. Diharapkan dengan adanya program ini, siswa-siswa SD Tahfidzul Qur’an Al Abidin Surakarta memiliki adab dan akhlak yang bagus sehingga mereka kelak bisa menjadi harapan baru bagi Indonedia.

Selama Mentoring Adab, anak-anak tidak hanya diberikan teori tentang adab ini dan itu, akan tetapi juga diajak untuk mempraktekkan adab apa yang telah dipelajari hari itu, tentunya dengan pendampingan dalam pelaksanaannya. Dengan pembiasaan praktek dan pendampingan selama mempraktekkan sebuah adab, diharapkan akan menjadi kebiasaan baik yang bisa dibawa anak-anak dalam kehidupannya. Kemudian diharapkan dengan kebiasaan adab yang baik ini anak-anak mampu mewarnai lingkungan dengan warna yang baik. Sehingga kelak mereka akan menjadi pionir, tidak hanya dalam agama, tetapi juga dalam bermasyarakat. Seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Baarakallahu fiikum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *